Ini Dua Jenis Samyang yang Halal Dikonsumsi

Semenjak BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Menemukan sebuah fragmen DNA bagi terkandung dalam sebuah produk mi Samyang, masyarakat Indonesia jadi lebih hati-hati sebelum mengonsumsinya.

Sebelumnya, samyang-samyang ini dijual bebas di swalayan, seperti di Indomaret. Harga samyang di indomaret tidaklah begitu mahal, berada di angka puluhan ribu rupiah per-bungkusnya.

PT Korinus selaku importir tunggal PT Samyang Korea memberikan pernyataan bahwa produk yang disuplainya tidak mengandung babi sedikitpun, baik berupa fragmen atau minyak.

“Semenjak pemberitaan (samyang mengandung babi) tersebut, pihak PT Korinus langsung memberikan klarifikasi mereka terhadap produk-produk samyangnya. Kami berani menjamin bahwa produk Samyang kami tidak mengandung fragmen babi, dan halal serta higienis untuk dikonsumsi.” terang Endra Nirwan, selaku Sales dan Marketing Manager dalam sebuah Konferensi Pers di kantor PT. Korinus, Gading Kirana Utara.

Di Indonesia terdapat dua importir mi Samyang, PT Korinis dan PT Koin Bumi. Untuk saat ini samyang yang diedarkan oleh PT Koin Bumi diduga mengandung DNA babi, baik fragmen atau minyaknya.

“Samyang rasa Hot Chicken Ramen dan Samyang Cheese milik PT Korinus diketahui telah melewati proses dari lab Badan POM dan kita telah mendapatkan dokumen dari BPOM RI untuk izin memperdagangkannya,” lanjut Endra.

Perihal label halal yang harusnya terdapat di kemasa, PT Korinus sendiri mengakui bahwa mereka belum mencantumkannya. Tapi, semenjak 10 bulan lalu, PT Korinus sudah memasukkan data atau berkas yang akan mengiktui proses sebelum ditetapkan oleh MUI mengenai label halal yang harusnya dicantumkan di kemasan.

Namun, meski belum menyantumkan label halal tersebut, samyang PT Korinus yang beredar di Indonesia sejak 2013 silam sudah mendapat label halal dari KMF (Korean Muslim Federation).

“Kita menjual samyang ini di Indonesia, otomatis tidak boleh menyantumkan label halal Korea, karena di Indonesia sendiri ada MUI yang mengurus label halal makanan tersebut,” jelasnya.

Endra juga menyatakan bahwa pada tanggal 10 Juli 2017 kemarin, pihak MUI telah melakukan proses pre-audit-peninjauan dan survei-langsung ke pabrik Samyang di Korea.