Parkir Perayaan Sekaten – Selama Pasar Malam Perayaan Sekaten yang akan dimulai Jumat, komunitas warga di Kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta bakal menunggu arahan dari wilayah atau kecamatan terkait ketentuan pelaksanaan parkir

Tarif Parkir Perayaan Sekaten Menunggu Arahan Wilayah

Tarif Parkir Perayaan Sekaten Menunggu Arahan Wilayah

“Belum ada arahan dari wilayah. Mungkin baru dilakukan pekan depan mendekati pembukaan Sekaten. Yang tentu, kami akan menunggu arahan dari kecamatan saja terkait parkir tergolong bagaimana tarifnya,” kata Sekretaris Forum Komunikasi Komunitas Alun-Alun Utara Yogyakarta Krisnadi di Yogyakarta, Jumat.

Pada penyelenggaraan Pasar Malam Perayaan Sekaten tahun kemudian, komunitas warga di Alun-Alun Utara diberi kewenangan untuk mengelola parkir pengunjung, khususnya parkir kendaraan roda dua yang berada di sekeliling Alun-Alun Utara yang menjadi lokasi penyelenggaraan Sekaten.

Pada tahun lalu, terdapat sebelas blok parkir kendaraan roda dua di sekeliling Alun-Alun Utara Yogyakarta. Setiap blok dikelola oleh 5 sampai sepuluh masyarakat dengan biaya parkir “flat” atau tetap tanpa ada penghitungan durasi parkir.

“Tarif parkir disepakati Rp3.000 untuk sepeda motor. Selain blok resmi yang ditetapkan wilayah, masih ada juga beberapa titik parkir yang dikelola secara personal oleh warga,” kata Krisnadi.

Biaya secara sepihak ditaikan oleh namun Krisnadi tak membantah kalau ada pengelola parkir yang “Orang di lapangan itu berbeda-beda. Mungkin saja mereka tergoda memperoleh pemasukan yang gede, misalnya saat akhir minggu,” ungkapnya.

Sedangkan pada tahun ini, Krisnadi mengatakan belum mampu mengetahui besaran biaya parkir yang akan dikenakan kepada konsumen walau kepala daerah telah memberikan ruang untuk penetapan biaya parkir insidental.

“Nanti akan kami koordinasikan dan komunikasikan lagi dengan semua komunitas yang ada di wilayah. Bagaimana baiknya mengelola parkir selama Sekaten,” ungkapnya.

Sebelumnya, besaran biaya parkir yang akan dipungut diinformasikan wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti telah meminta juru parkir di Pasar Malam Perayaan Sekaten sehingga konsumen tak terkejut atau merasa dibohongi.

Menurut ia, tarif parkir Sekaten dimungkinkan akan lebih tidak rendah dibanding aturan biaya yang ada di ketentuan meski besarannya masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan aneka pihak terkait termasuk Bagian Hukum dan Kecamatan Gondomanan sebagai pelaksana di wilayah.

Jenis parkir yang akan diberlakukan di area Sekaten merupakan parkir insidental, tapi dimungkinkan bakal dilakukan penghitungan biaya secara progresif. Berdasarkan Perda Nomor sembilan belas Tahun 2009 dinyatakan bahwa biaya parkir insedental untuk sepeda motor merupakan Rp2.000 dan Rp3.000 untuk kendaraan roda empat dan roda 3 .

“Yang penting, informasi mengenai biaya parkir yang akan dikenakan kepada pengunjung ini wajib disampaikan lebih dulu ke konsumen. Penentuan tarif pun tidak boleh aji mumpung kemudian ditetapkan setinggi-tingginya,” kata Haryadi.